MICAN FISIP UI 2011: Pentingnya Pengetahuan Mitigasi Gempa
Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) mengadakan acara Mitigasi Bencana Gempa (MICAN) FISIP UI 2011 yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa UI. Acara yang diselenggarakan hari Rabu (11/5) oleh Departemen Sosial Masyarakat BEM FISIP UI ini mendatangkan anggota-anggota Jakarta Rescue, sebuah LSM yang mengurusi masalah bencana, khususnya gempa. Mereka mengisi acara dengan seminar dan simulasi mitigasi gempa. “Jangan panik, kalau anda panik, anda akan membuat orang-orang di sekitar anda ikut panik,” kata Fitriana, seorang anggota Jakarta Rescue, saat ia ditanyakan bagaimana cara menjaga ketenangan diri saat gempa. Acara dibagi menjadi dua sesi, yang berlangsung dari pukul sebelas hingga pukul empat sore.
Faisal Makarim, ketua acara MICAN FISIP UI 2011 menyatakan, acara ini bertujuan untuk membuat mahasiswa, khususnya mahasiswa FISIP UI, agar mereka bisa lebih aware dan siap terhadap bencana, kan di Indonesia sering terjadi bencana,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Isal. Ia juga menyatakan, tujuan lain dari acara ini adalah untuk menyebarkan pengetahuan mengenai mitigasi bencana, khususnya gempa. Isal berharap, setelah adanya MICAN FISIP UI 2011, semua orang di UI, dan di FISIP pada khususnya, bisa paham mengenai mitigasi bencana gempa. “… terus, nyentil ke dekanat dan stakeholder lainnya,” tutur mahasiswa sosiologi angkatan 2010 itu. Menurutnya, memberikan pendidikan mitigasi bencana pada mahasiswa baru amatlah penting. “Kayak di sekolah-sekolah di negara yang rawan bencana kayak Jepang kan ada yang seperti itu, masak UI yang world class university gak ada?” kata Isal, melanjutkan
Pada sesi pertama, acara berfokus pada mitigasi bencana secara umum. Pembicara tak hanya mengisi acara dengan seminar dan tanya jawab saja saja, tapi juga memberi contoh mitigasi bencana pada para mahasiswa. Sementara, sesi ke dua berfokus pada mitigasi bencana gempa. Pada sesi ke dua, pembicara melibatkan mahasiswa dalam memberi contoh penyelamatan diri pada saat gempa. Di akhir sesi ke dua, pembicara mengajak para mahasiswa untuk mengikuti simulasi penyelamatan diri saat bencana gempa. Simulasi yang dilakukan adalah simulasi penyelamatan diri saat berada di dalam gedung. Pembicara menginstruksikan tindakan apa yang harus dilakukan, dan pada posisi mana mahasiswa harus berada untuk menyelamatkan dirinya.
Acara ini ditanggapi positif oleh para mahasiswa, seperti Lidya Luhur, mahasiswi komunikasi angkatan 2009. “Sejauh ini saya kurang tahu, bencana, terutama gempa harus ditangani seperti apa. Terus, waktu liat judulnya, wah kayaknya seru, waktu dateng ternyata banyak banget dapat pengetahuan baru. Ternyata selama ini saya salah dalam menangani itu (gempa),” tuturnya dengan semangat. Senada dengan Lidya, Puri Handoko juga menilai acara ini bermanfaat baginya. “Saya jadi tahu bagaimana melindungi diri di dalam ruangan saat gempa berlangsung,” tandas mahasiswa komunikasi angkatan 2008 itu. (Faisal Ramadhan)
