Debat Dalam Bahasa Ibu: Hari ini di Meeting Room Gedung Koentjaraningrat FISIP UI diadakan Lomba Debat Bahasa Indonesia LIMAS 2011 antara jurusan Politik dan Sosiologi. Dengan Ilmu Politik sebgai pihak government atau affirmative dan Sosiologi sebagai pihak negative. Mosi yang diperdebatkan adalah Nasionalisasi Perusahaan Asing di Indonesia. Lomba Debat Bahasa Indonesia sendiri akan berlangsung hingga esok hari (5/5) bersamaan dengan hari terakhir pelaksanaan LIMAS.
Menurut Colley Windya Tyas Buana (Hubungan Internasional 2010), Penanggung Jawab Lomba Debat Bahasa Indonesia, sistem debat yang digunakan seperti Debat Bahasa Inggris yaitu Asian Parliamentary dengan tiga orang pembicara dari masing-masing kelompok. Mosi yang dipakai berkaitan dengan tema besar LIMAS yaitu Good Governance. “Sebelumnya, panitia debat bahasa Indonesia mengajukan mosi-mosi ke panitia, lalu yang dinilai cocok dengan tema besar akan dipakai”, tambah Colley.
Selain itu, Lomba Debat Bahasa Indonesia ini sempat mengalami beberapa hambatan karena adanya Lomba Debat Tingkat Nasional yang menyerap sumber daya manusia baik untuk diikutsertakan sebagai peserta maupun juri LIMAS dan waktu persiapan hanya 1,5 bulan. Namun menurut Mutiara Maulidya (Komunikasi 2010) selaku Penanggung Jawab Juri, hal ini dapat diatasi dan sekarang total keseluruhan juri Lomba Debat Bahasa Indonesia dan Inggris adalah empat orang yaitu Monica Agnes Sylvia (Hubungan Internasional 2010), Priliantina Bebasari (Hubungan Internasional 2008), Rainintha Siahaan (Hubungan Internasional 2007) dan Aulia Anggita (Politik 2010) yang dipilih karena memenuhi kriteria juri debat LIMAS yaitu minimal pernah ikut serta dalam kompetisi debat taraf internasional.
Ketika FISIPERS mewawancarai salah satu peserta, ia memngatakan bahwa masih banyak yang perlu diperbaiki LIMAS dari segi teknis penjelasan mengenai case building untuk debat, disiplin waktu pelaksanaan kegiatan dan kesigapan panitia dalam mengatasi masalah-masalah yang berkaitan dengan jadwal kuliah peserta LIMAS. “Namun, lebih dari itu sebenarnya LIMAS bagus kok acaranya”, tambah peserta LIMAS yang tidak mau disebut identitasnya ini.
Ketika FISIPERS menemui Monica Agnes Sylvia yang biasa disapa Monik, juri debat yang sedang bertugas. Ia menyatakan ini pengalaman pertamanya menjadi juri debat Bahasa Indonesia dan penilaiannya adalah debat yang terjadi kurang filosofis seperti halnya dalam debat Bahasa Inggris, “Peserta malahan jadi perang data yang sebenarnya tidak menuju kepada maksud debatnya”, kata Monik yang memenangkan jurusan Politik karena dianggap lebih bisa mengimplementasikan konsep debat. Monik juga menyarankan supaya waktu mendatang, panitia LIMAS merekrut juri yang berasal dari luar FISIP untuk meminimalisasi conflict of interest. Ini tentunya masukan bagus untuk panitia dan keberlangsungan LIMAS mendatang. (Ifa dan Gita)
