Seputar Indonesia Kunjungi Kampus-Kampus
“Wartawan perlu nekat demi eksklusivitas.” – Putra Nababan
Persaingan media televisi identik dengan persaingan eksklusivitas. Maksudnya, setiap redaksi stasiun televisi berlomba-lomba menghadirkan eksklusivitas, baik dari narasumbernya, sudut pandang beritanya, maupun cara penyajiannya. Putra Nababan, Wakil Pimpinan Redaksi Seputar Indonesia, menyampaikan hal tersebut dalam sebuah acara Seputar Indonesia Goes To Campus. Acara kerja sama Seputar Indonesia RCTI dengan Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ini diselenggarakan pada Kamis, 28 April 2011 di Auditorium Asuransi Jiwa Bumiputera FISIP UI.
Workshop Seputar Indonesia ini menghadirkan Putra Nababan dan Yulia Supadmo (Operational Manager News Room Seputar Indonesia) dalam sesi pertama, yakni “Bagaimana Peran TV Membentuk Landscape di Pertelevisian Indonesia”. Sedangkan, Aiman Witjaksono (Produser Eksekutif) dan Ajeng Kamaratih (Pembaca Berita Seputar Indonesia) mengisi sesi kedua, yakni “Teknik Penulisan Berita Televisi”.
Eksklusivitas menjadi poin utama dalam media elektronik televisi. Hal ini harus didukung oleh kemampuan para reporter dalam menjalankan tugasnya. Menurut Yulia Supadmo, jika ingin menjadi seorang wartawan televisi, mahasiswa harus pintar menulis. Selain itu, tulisan tersebut dimodifikasi menjadi bahasa bertutur. Hubungan dengan rekan kerja, misalnya kamerawan, pun harus dibina baik agar dapat menghasilkan paket berita yang sempurna.
Sebelum sesi satu yang dimulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini berakhir, enam orang mahasiswa ditantang untuk melakukan live reporting di depan peserta workshop, kru Seputar Indonesia, Yulia Supadmo, dan Putra Nababan.
Jika eksklusivitas menjadi topik penting dalam sesi pertama, Aiman Witjaksono dan Ajeng Kamaratih menitikberatkan pada produksi berita televisi di sesi kedua. Mereka menyatakan, prinsip berita televisi yang utama adalah ‘bertuturlah’ kepada penonton. Duo news anchor ini juga menjelaskan panduan umum pembuatan naskah berita televisi. Pada sesi yang dimulai pukul 13.30 hingga 16.00 ini, peserta workshop diberikan sebuah berita dari surat kabar dengan tema jaringan terorisme di Indonesia. Lalu, mereka ditantang untuk membuat naskah berita untuk televisi dari artikel tersebut. Ajeng mengajak lima peserta untuk membacakan berita masing-masing dengan format live report. Semua simulasi live report yang dilakukan pada sesi satu dan sesi dua direkam dengan kamera profesional oleh kru Seputar Indonesia.
Seputar Indonesia memberikan mahasiswa kesempatan untuk berpartisipasi dalam program kerja magang. Setelah workshop berlangsung, peserta dapat mengambil formulir magang di meja registrasi. Jika formulir yang disiapkan panitia habis, peserta dapat mengirimkan curriculum vitae-nya ke alamat redaksi Seputar Indonesia, yakni recruitment@rcti.tv. (Pradita dan Ni Made)
