Diskusi Makara Jingga: Menyadarkan Peran Mahasiswa yang Lebih Besar
Mahasiswa saat ini terlalu sibuk dengan urusan-urusan akademik, sehingga tidak memikirkan masalah-masalah yang ada di seputar kampus serta kesadaran moral sebagai mahasiswa.
Secara singkat, pendapat inilah yang melandasi sekelompok anak muda berkumpul untuk membahas pentingnya mahasiswa memikirkan keadaan di sekitar mereka. Perkumpulan ini dinamakan Diskusi Makara Jingga. Acara ini adalah program kerja Departemen Kastrat BEM FISIP UI. Diskusi Makara Jingga menjadi forum diskusi yang membahas mahasiswa dan peran-perannya dikaitkan dengan kenyataan saat ini.
Anung, project officer Diskusi Makara Jingga menekankan pentingnya menyadarkan mahasiswa bahwa kehidupan mereka tidak hanya ada di ruang kelas. “Mahasiswa sibuk dengan kegiatan akademis saja. Hanya mengejar nilai di kelas, tapi belum ada tanggung jawab moral.”
Tema diskusi ini adalah seputar mahasiswa; peran-peran dan tanggung jawabnya. Dalam diskusi, mahasiswa dibahas dari berbagai perspektif, untuk melihat arti mahasiswa dari berbagai sisi. Pembahasan antara lain seputar tujuan mahasiswa, sejarah mahasiswa, serta berbagai golongan mahasiswa yang ada. Diskusi juga membahas semboyan “Buku, Pesta dan Cinta” yang lekat dengan mahasiswa.
Dalam diskusi, para peserta memperbincangkan kondisi mahasiswa sekarang yang identik dengan dua macam mahasiswa: mahasiswa yang rajin dengan mahasiswa yang hobinya nongkrong. Jumlah yang peduli terhadap kebijakan belum signifikan. Dalam diskusi, disebutkan juga bahwa telah terjadi perubahan orientasi mahasiswa, yang tadinya orientasinya adalah mencari ilmu, akhirnya itu menjadi prioritas kedua.
Diskusi yang diwadahi oleh Kastrat BEM FISIP ini mengundang berbagai kelompok diskusi kampus. Antara lain SOSPOL Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HMIP), Lingkar Studi Intelektual Muda (LSIM), Alhikmah Research Center Forum Studi Islam (ARC FSI) FISIP UI, dan Kelompok Diskusi Astina. Mereka menjadi representasi berbagai pemikiran mahasiswa tentang mahasiswa itu sendiri.
