Coaching Clinic FISIP UI: Pakar Bulutangkis Nasional Berbagi

Depok – Dekanat Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP UI) menyelenggarakan Coaching clinic Badminton di Gymnasium UI (23/4) sebagai sarana pembelajaran bagi pelatih dan atlet bulutangkis se-Jabodetabek . Acara ini bertujuan pula agar masalah bulutangkis di daerah dapat didengar ahli di pusat.
Coaching clinic FISIP UI adalah acara pemberian materi dan diskusi para pakar bulutangkis nasional dengan pelatih klub dan atlet bulutangkis se-Jabodetabek. Acara ini diselenggarakan sebagai rangkaian acara ‘FISIP UI Open Badminton Championship (FOBC)’ Juli nanti. “Coaching clinic ini baru dibuat tahun ini, meskipun lomba badmintonnya sudah tahun ketiga. Dekanat ingin ada sosialisasi dan tukar pikiran antara ahli dengan kalangan akar rumput (masyarakat), sehingga dapat membantu pembibitan atlet dengan baik,” kata Ignatius Anjar, mahasiswa Administrasi Fiskal 2009 yang merupakan ketua panitia.
Acara ini bertemakan ‘Membangun Mental Juara: Modal Atlet Berprestasi’. Oleh karena itu pembicara yang datang tidak hanya dari kalangan atlet, namun terdapat Lilik Sudarwati, S.Psi selaku Konsultan Psikolog Olahraga, dr. Nia Tanjung, Sp.KO selaku dokter spesialis olahraga, dan Christian Hadinata serta Luluk Hadiyanto selaku direktur Pelatnas Cipayung dan atlet bulutangkis nasional.
Lilik, misalnya, memberikan penjelasan tentang pentingnya motivasi bagi atlet dan pengasuhan dari pelatih. “Perbedaan atlet biasa dan juara itu, kalau juara walau digenjot latihan tetap ga masalah, karena dia tahu apa tujuannya. Tujuan itu motivasi, yang harus datang dari diri sendiri,” kata Lilik. Ia juga mencontohkan, Rudi hartono, legenda bulutangkis nasional selalu berlatih keras karena ada motivasi kuat, ia ingin ke luar negeri gratis. “Motivasi itu unik, tiap orang berbeda. Namun tujuannya sama, sebagai penyemangat tercapainya target,” ujar Lilik.
Paling Jauh dari Lampung
Target peserta acara ini adalah pelatih klub dan atlet se-Jabodetabek dan beberapa kota di Sumatra. Pada hari-H acara, lebih dari setengah undangan resmi datang, paling jauh klub dari Lampung. Namun, nampak beberapa orang tua dan anaknya yang ikut datang di acara tersebut. “Selain menyebar undangan resmi ke klub di Jabodetabek dan beberapa kota di Sumatra, kami (panitia) juga menyebar undangan saat Walikota Cup Depok beberapa saat lalu. Jadi, atlet muda dan orang tuanya juga bisa berbagi ilmu di sini,” kata Ignatius.
Rangkaian Coching Clinic dibuka dengan kuis seputar pengetahuan olahraga, lalu penjelasan tentang kesehatan dalam olahraga oleh dr. Nia Tanjung, Sp.KO yang juga alumni UI, pemberian materi tentang psikologi dalam olahraga oleh Lilik Sudarwati, S.Psi yang juga lulusan UI, dan terakhir materi serta demo oleh legenda bulutangkis nasional, Christian Hadinata serta Luluk Hadiyanto.
“Pelatih itu bukan hanya memotivasi, tapi juga harus bisa menjadi orang tua dan teman. Saat latihan keras, disiplin, tapi di luar itu harus lembut dan dekat dengan anak didik,” ujar Christian Hadinata, salah satu legenda bulutangkis Indonesia era 1970-an hingga 1980-an yang telah membawa Indonesia sebagai juara di berbagai perlombaan bulu tangkis internasional.
FISIP UI berharap kegiatan coaching clinic ini dapat mendukung pembangunan karakter bangsa. “Hidup itu berkompetisi, sama halnya seperti olahraga. Makanya, dengan mengajarkan nilai-nilai dasar olahraga seperti sportivitas dan disiplin berlatih keras, diharapkan mahasiswa dan generasi muda lainnya bisa berkompetisi secara sehat dalam kehidupan,” ujar Lilik. (Rani)
