Emil Salim: Seluruh Stakeholder Diharapkan Mengisi Masa Transisi UI
Depok - Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (MWA UI) mengadakan pertemuan dengan seluruh stakeholder yang ada di UI di Auditorium Gedung A Fakultas Ekonomi UI. Dalam sidang yang digelar Rabu (14/9) ini, Prof. Emil Salim dan Adnan Buyung Nasution mengajak seluruh stakeholder, seperti dosen, pegawai administrasi, karyawan, dan mahasiswa, untuk mengisi masa transisi yang tengah berlangsung di UI ini secara bersama-sama.
Selain itu, Perwakilan Paguyuban Pekerja UI, Andri G. Wibisana, menyampaikan aspirasi dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam. Ia menginginkan status Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi seluruh karyawan UI yang saat ini belum jelas statusnya. Tak hanya Andri, Tamrin Tamagola pun mengatakan, polemik yang terjadi harus diselesaikan dengan menggunakan hati nurani. Tidak bisa jika hanya menggunakan manajerial teknokratik.
Perwakilan mahasiswa, yakni Maman Abdurrahman, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UI (BEM UI), pun angkat bicara dalam sidang tersebut. Mahasiswa menginginkan adanya tim transisi yang melibatkan seluruh elemen yang ada di UI yang bersifat independen, objektif, serta menggabungkan seluruh kepentingan dalam waktu dekat. Selain itu, mahasiswa berharap adanya transparansi Bantuan Operasional Pendidikan Berkeadilan (BOP-B). Menurutnya, seharusnya seluruh mahasiswa Universitas Indonesia bisa mendapatkan BOP-B tanpa terkecuali dan mengetahui berapa besaran atau nominal biaya dalam BOP-B tersebut. Di samping itu, mahasiswa juga menginginkan adanya transparansi jalur masuk. Menanggapin Maman, Emil menuturkan, setelah ini MWA UI akan meminta perwakilan mahasiswa yang bersedia terlibat aktif dalam MWA sehingga bisa menyuarakan aspirasi maupun protes-protes seperti yang telah disebutkan. Kemudian, Guru Besar Fakultas Ekonomi UI tersebut menyatakan, anggaran BOP-B akan segera disampaikan.
Selain perwakilan Paguyuban Pekerja UI, mahasiswa, dan dosen, hadir pula Effendi Ghazali dan Imam Prasojo, Majelis Pendidikan Tinggi. Effendi Ghazali menyatakan, pembentukan tim transisi memang sangat dibutuhkan oleh UI saar ini sehingga semua organ yang ada di UI dapat direvitalisasi.
Emil Salim menutup pertemuan tersebut dengan sebuah kesimpulan bahwa pertemuan ini dilaksanakan supaya seluruh civitas academica dapat mengisi masa transisi. Di lain pihak, semua lembaga dapat berjalan kembali seperti semula, serta segera dibentuk draft statuta. MWA UI berencana untuk mengadakan dialog dengan rektor UI minggu depan guna membahas permasalahan ini secara lebih mendalam. Emil Salim pun mengusahakan untuk mengadakan pertemuan dengan fakultas-fakultas, baik itu dengan dekan, maupun dengan mahasiswanya. Ini dilakukan supaya tercipta good governance yang transparan dan partisipatif, menurut Emil.
Dalam pertemuan itu, Gumilar Roesliwa tidak dapat hadir. Namun, Purnomo Prawiro, Ketua MWA UI, mengatakan bahwa rektor mendukung apapun hasil yang diputuskan oleh MWA. (Pradita Seti Rahayu)
